CIMAHI, Investigasi 86 News — Persoalan infrastruktur lingkungan dan rumah tidak layak huni (Rutilahu) kembali menjadi sorotan warga dalam kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 yang digelar Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, S.H.
Kegiatan reses bersama masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) 4 tersebut berlangsung di Kalori Hotel, Jalan Baros No. 57, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Minggu (30/8/2026).
Berbeda dengan sekadar agenda seremonial, reses dimanfaatkan Wahyu sebagai ruang dialog langsung untuk mendengar berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah pemilihannya.
Wahyu mengatakan, pemilihan lokasi reses dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan dan kemudahan akses bagi masyarakat.
“Tempatnya di Kalori Hotel yang ada di Kelurahan Baros. Selain nyaman, akses parkirnya juga enak. Jadi semuanya bisa mengikuti kegiatan reses dengan senyaman-nyamannya,” ujar Wahyu.
Aspirasi Tak Sekadar Ditampung
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu mempersilakan masyarakat menyampaikan berbagai usulan, keluhan maupun kebutuhan yang dirasakan langsung di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, seluruh aspirasi yang masuk akan disaring dan disusun berdasarkan skala prioritas untuk kemudian diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
“Nanti kita akan mendengarkan kira-kira aspirasi dari masyarakat Dapil 4 ini apa terhadap saya. Insya Allah semua aspirasi akan kita sampaikan, kita saring semua usulan-usulan itu, nanti kita coba upayakan untuk direalisasikan di tahun 2028,” katanya.
Wahyu mengungkapkan, berdasarkan hasil reses sebelumnya pada periode 2024–2025, persoalan jalan lingkungan dan program Rutilahu menjadi dua aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat.
“Kebanyakan kemarin itu ada jalan lingkungan dan Rutilahu yang paling banyak untuk saya. Dan Insya Allah semuanya terealisasi dengan baik. Terima kasih kepada Pemerintah Kota yang sudah menindaklanjuti,” ungkapnya.
Dorong Warga Aktif Mengawal Pembangunan
Wahyu menegaskan, komunikasi antara masyarakat, DPRD dan Pemerintah Kota harus terus dibangun. Menurutnya, kebijakan pembangunan akan lebih tepat sasaran apabila lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.
“Saya yakin masyarakat butuh kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada mereka sendiri, kebijakan yang benar-benar untuk membangun lingkungannya sendiri. Jadi silakan sampaikan aspirasi. Insya Allah DPRD punya kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi mereka semua,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing kepada anggota DPRD.
Dalam kesempatan yang sama, Wahyu memberikan apresiasi kepada insan pers yang turut hadir meliput kegiatan reses. Ia menilai media memiliki peran penting dalam mengawal kinerja wakil rakyat sekaligus menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
“Jangan takut mendatangi dewan. Teman-teman media adalah mitra kita, sahabat kita, dan salah satu pilar demokrasi. Nanti teman-teman media juga akan membantu kita, bagaimana DPRD ini benar-benar bekerja untuk masyarakat, bekerja untuk rakyat,” pungkasnya.
Targetkan Serap Aspirasi 150 Warga
Untuk pelaksanaan reses kali ini, Wahyu menargetkan dapat menyerap aspirasi dari sekitar 150 warga Dapil 4.
Namun, menurutnya, jumlah peserta bukan menjadi ukuran utama. Yang jauh lebih penting adalah substansi persoalan yang disampaikan masyarakat sehingga dapat menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan kebijakan dan program pembangunan.
“Untuk tahun ini saya mah enggak banyak, paling kurang lebih 150-an. Yang penting substansinya bisa kita dapatkan,” tutup Wahyu.
Reses tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi semata, tetapi menjadi pintu masuk bagi berbagai kebutuhan masyarakat untuk diperjuangkan dalam agenda pembangunan Kota Cimahi ke depan.
(Anas Bacuner)


Social Header