MENTOK, BANGKA BARAT — Masyarakat di wilayah Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, diimbau untuk lebih teliti saat membeli produk makanan kemasan. Pasalnya, diduga masih ada produk makanan olahan berupa roti dalam kondisi kadaluarsa dan tidak layak konsumsi yang diperjualbelikan secara bebas di sejumlah warung kelontong setempat.
Salah satu temuan dialami oleh seorang warga lokal yang membeli roti kemasan merek SW. BAKERY. Roti olahan yang diproduksi di wilayah mendok barat Kabupaten Bangka tersebut diketahui telah mengalami penurunan kualitas yang cukup parah saat hendak dikonsumsi.
Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, ia membeli produk roti tersebut di salah satu toko/warung milik warga di kawasan Mentok. Niat hati ingin menikmati hidangan bersama keluarga, ia memborong belasan bungkus roti.
"Saya membeli roti kemasan jenis itu sebanyak 15 butir di salah satu warung di Mentok. Namun, sesampainya di rumah dan saat hendak dimakan, ternyata roti-roti tersebut sudah berjamur dan sama sekali tidak layak dikonsumsi," ungkap warga tersebut.
Ia mengaku kecewa lantaran makanan yang sudah dibeli justru membahayakan kesehatan jika sampai tertelan, terutama bagi anak-anak.
Warga berharap pihak-pihak terkait—seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan Kabupaten Bangka Barat, hingga BPOM—dapat segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke toko-toko kelontong maupun distributor.
Langkah pengawasan ketat dianggap perlu, baik terhadap pihak produsen SW. BAKERY terkait sistem distribusi dan tanggal kadaluarsa, maupun kepada para pemilik toko agar lebih selektif dalam menyaring barang dagangan yang dipajang di etalase.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola atau pemilik merek SW. BAKERY maupun pemilik warung terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai temuan roti berjamur tersebut.
(Tiam)
Social Header