Breaking News

Harga Plastik Melonjak, DLH Cimahi Dorong Warga Tinggalkan Sekali Pakai

 

CIMAHI, Investigasi86news - Kenaikan harga plastik di pasaran dinilai menjadi momentum penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan plastik sekali pakai. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, tingginya harga plastik saat ini seharusnya mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih ramah lingkungan.

“Adanya kenaikan harga plastik ini tentunya memacu kita untuk lebih giat lagi mengkampanyekan agar tidak menggunakan plastik sekali pakai. Misalnya kalau minum bawa tumbler, belanja tidak pakai plastik,” ujarnya.

Diketahui, kenaikan harga plastik dipengaruhi oleh situasi global, salah satunya memanasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran, yang berdampak pada tersendatnya pasokan bahan baku.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Cimahi tengah menyiapkan kebijakan pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Aturan tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) yang saat ini sedang disiapkan bersama Bagian Hukum Setda Kota Cimahi.

Sebagai tahap awal, kebijakan ini akan menyasar toko-toko modern dengan menggandeng asosiasi peritel. Sebelumnya, sosialisasi telah dilakukan, namun belum memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

“Kita akan menyiapkan Peraturan Wali Kota bersama Bagian Hukum. Dulu sudah pernah sosialisasi ke ritel, tapi belum mengikat. Sekarang akan kita perkuat dengan aturan,” jelas Chanifah.

DLH Kota Cimahi juga mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik, terlebih di tengah kondisi harga yang sedang meningkat. Perubahan kebiasaan ini diharapkan mampu menekan volume sampah di Kota Cimahi.

Dari total sekitar 250 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, sekitar 27 persen berasal dari plastik. Selain jumlahnya besar, plastik juga memiliki dampak serius terhadap lingkungan karena sulit terurai secara alami akibat struktur polimer sintetisnya yang tidak mudah dikenali mikroorganisme.

Dampak lainnya meliputi pencemaran tanah, air, hingga laut, serta ancaman terhadap kesehatan manusia akibat paparan mikroplastik dan bahan kimia berbahaya.

“Dengan naiknya harga plastik, mudah-mudahan penggunaannya juga terus berkurang. Karena plastik ini cukup besar menyumbang volume sampah,”tutup nya.(Anas)

© Copyright 2022 - INVESTIGASI 86 NEWS