INVESTIGASI 86 NEWS || KEBUMEN
Fenomena kemiskinan yang membayangi sektor pendidikan di Kabupaten Kebumen kembali mencuat ke permukaan. Seorang pelajar kelas 6 SD di Karangsambung nyaris mengubur mimpinya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP akibat keterbatasan ekonomi keluarga yang ekstrem.
Kondisi memprihatinkan ini terungkap saat Polres Kebumen menggelar aksi penyaluran bantuan pendidikan di Mapolsek Karangsambung, Jumat (6/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, kepolisian harus turun tangan membagikan perlengkapan dasar seperti tas, sepatu, dan alat tulis untuk belasan siswa yang selama ini luput dari jangkauan bantuan pemerintah daerah.
Minatun, salah satu orang tua siswa, mengungkapkan rasa syukurnya sekaligus kepiluan yang mendalam. Ia mengaku tak berdaya menghadapi biaya perlengkapan sekolah yang terus meningkat sementara pendapatan keluarga tidak mencukupi.
"Anak saya sempat terancam putus sekolah. Terima kasih bantuan Pak Kapolres, bantuan ini memberi harapan agar anak saya bisa melanjutkan ke SMP," ungkap Minatun dengan haru.
Hal ini menjadi ironi di tengah upaya pemerintah mengejar target wajib belajar, di mana kebutuhan dasar seperti sepatu dan buku masih menjadi penghalang besar bagi warga di pelosok Kebumen.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menyatakan bahwa aksi ini merupakan agenda rutin mingguan yang akan dilakukan secara berpindah-pindah. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif.
“Kita ketahui pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi adik-adik untuk tetap semangat belajar,” ujar AKBP Putu Bagus didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kebumen, Ny. Uwit Putu Krisna.
Meski aksi Polres Kebumen mendapat apresiasi dari warga, fenomena ini mengundang pertanyaan mengenai efektivitas program bantuan pendidikan dari Pemerintah Daerah (Pemda). Jika untuk kebutuhan logistik dasar saja masyarakat masih bergantung pada bantuan aparat kepolisian, maka skema bantuan pendidikan di Kebumen dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Wartawan mencatat, kasus di Karangsambung ini menjadi alarm bagi Dinas Pendidikan dan OPD terkait agar lebih proaktif dalam melakukan pendataan siswa rentan putus sekolah, sehingga pendidikan benar-benar bisa diakses secara cuma-cuma dan merata tanpa harus menunggu aksi sosial pihak lain.
Fitri


Social Header