INVESTIGASI 86 NEWS || KEBUMEN
Polres Kebumen resmi meluncurkan Operasi Keselamatan Candi 2026 melalui apel gelar pasukan yang digelar Senin (2/2). Operasi yang dijadwalkan berlangsung selama 14 hari—dari tanggal 2 hingga 15 Februari 2026—ini diklaim sebagai upaya "cipta kondisi" menjelang Operasi Ketupat Candi mendatang. Namun, di balik barisan rapi personel dan atribut seremonial, publik mempertanyakan: sejauh mana efektivitas kebijakan ini dalam menekan angka fatalitas kecelakaan yang masih membayangi wilayah Kebumen?
Kompol Faris Budiman, S.H., S.I.K., M.A.P., Wakapolres Kebumen, dalam keterangannya menyatakan bahwa fokus utama operasi ini adalah meningkatkan kedisiplinan masyarakat demi menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Meski demikian, sejumlah pengamat kebijakan publik menilai bahwa pendekatan yang hanya mengandalkan operasi temporer cenderung bersifat reaktif dan "musiman".
Upaya kepolisian dalam menegakkan hukum di jalan raya seringkali berbenturan dengan realitas infrastruktur yang tidak memadai. Penurunan angka fatalitas kecelakaan tidak bisa hanya dibebankan pada pundak aparat kepolisian melalui operasi di lapangan, melainkan harus dibarengi dengan komitmen serius Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam:
Perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU): Banyak titik rawan kecelakaan di Kebumen yang masih minim pencahayaan saat malam hari, meningkatkan risiko fatalitas secara signifikan.
Kualitas Drainase dan Jalan: Kerusakan jalan akibat buruknya sistem drainase menjadi jebakan maut bagi pengendara, yang seringkali luput dari agenda utama "Operasi Keselamatan".
Transportasi Publik yang Minim: Minimnya opsi transportasi massal yang aman memaksa masyarakat menggunakan kendaraan pribadi yang tidak selalu laik jalan, menambah beban kepadatan di jalan raya.
Operasi ini juga diharapkan tidak terjebak pada pemenuhan target statistik penilangan semata. Edukasi yang berkelanjutan dan penegakan hukum yang humanis tanpa tebang pilih menjadi kunci utama. Jika operasi ini hanya berakhir sebagai rutinitas tahunan tanpa menyentuh akar permasalahan keselamatan transportasi di daerah, maka keselamatan masyarakat akan terus berada di bawah bayang-bayang risiko yang sama setiap tahunnya.
Wakapolres menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini akan diukur dari turunnya angka kecelakaan dan fatalitas korban. Namun, publik menanti lebih dari sekadar data statistik; masyarakat membutuhkan jaminan keselamatan yang sistematis, baik dari sisi regulasi, perilaku pengendara, maupun kelaikan infrastruktur fisik di Kabupaten Kebumen.
Fitri

Social Header